Sebenarnya ada banyak sekali penyakit yang dapat menyerang kura - kura, namun secara umum penbyakit yang sering menyerang kura - kura, baik itu kura-kura darat (misalnya: sulcata dan pardalis), kura-kura semi akuatik (misalnya: kura-kura brazil), dan kura-kura akuatik (misalnya: labi-labi atau bulus). Jenis penyakit kura-kura itu umumnya dikarenakan kebersihan media pemeliharaan yang kurang terjaga dan cara memelihara kura-kura yang salah.
Berikut adalah beberapa penyakit kura-kura berdasarkan pengalaman :
Penyakit mencret pada kura-kura.
Penyakit mencret pada kura-kura biasanya ditandai dengan kotoran kura-kura yang berbentuk cair. Mencret pada kura-kura biasanya terjadi akibat pakan yang tidak cocok atau kebosanan kura-kura terhadap pakannya. Penyakit mencret pada kura-kura bisa terjadi pada semua jenis kura-kura, baik itu kura-kura darat, kura-kura semi akuatik, dan kura-kura akuatik.
Cara mencegah mencret pada kura-kura atau cara menyembuhkan kura-kura yang mencret adalah dengan memberikan makanan yang bervariasi setiap minggunya. Untuk itu, sebaiknya anda mencari referensi makanan kura-kura yang lain, tidak hanya satu macam saja sehingga anda bisa memberikan variasi makanan kepada kura-kura.
Penyakit lumut pada kura-kura.
Penyebab lumut pada kura-kura biasanya terjadi kepada kura-kura semi akuatik yang sering keluar-masuk air dan terkena sinar matahari. Hal ini membuat tumbuhnya jamur di tempurung kura-kura tersebut. Ciri penyakit lumut pada tempurung kura-kura biasanya ditandai dengan munculnya noda kehijauan di tempurung kura-kura.
Mengobati kura-kura yang menderita penyakit lumut adalah dengan menggosok lumut di tempurungnya menggunakan sikat gigi halus secara perlahan. Lakukan langkah ini hingga lumut pada tempurung kura-kura hilang (bersih).
Penyakit jamur pada kura-kura.
Penyakit jamur pada kura-kura bisa menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan segera. Ciri penyakit jamur pada kura-kura umumnya ditandai dengan munculnya bercak putih pada kaki, pangkal kaki, pangkal ekor, leher, dan bagian wajah kura-kura. Penyakit jamur pada kura-kura biasanya juga disertai dengan gejala lain yaitu kura-kura kerap malas bergerak dan kurang merespon makanan yang diberikan kepadanya. Penyebab penyakit jamur pada kura-kura adalah kurang terjaganya lingkungan pemeliharaan, umumnya karena air yang kotor. Maka dari itu, cara mencegah penyakit jamur pada kura-kura adalah dengan menjaga kebersihan kolam atau akuarium tempat memelihara kura-kura.
Cara mengobati kura-kura yang kena jamur atau cara menyembuhkan kura-kura jamuran adalah dengan merendam kura-kura dalam larutan air dan garam ikan. Gunakan garam ikan dengan komposisi garam dan air yang pas, yaitu larutan 10 g garam dan 1 liter air (10% dari banyaknya air). Rendam kura-kura selama 20 menit setiap harinya. Cara lain untuk mengobati jamur pada kura-kura adalah dengan mengobatinya dengan obat kura-kura bermerk Acrivlafine Plus dengan dosis yang disarankan.
Penyakit flu pada kura-kura.
Semua jenis reptil bisa menderita flu, tidak hanya kura-kura saja. Ular dan leopard gecko juga bisa menderita flu. Seperti halnya ular yang kena flu, tanda flu pada kura-kura adalah lubang hidung yang terlihat basah atau berair. Pada tingkatan parah, flu pada kura-kura akan membuat kura-kura membuka mulutnya karena susah bernafas. Penyebab flu pada kura-kura sama dengan penyebab flu pada ular dan sebab flu pada leopard gecko, yaitu suhu kandang yang terlalu dingin serta kura-kura yang jarang dijemur di bawah sinar matahari. Flu pada kura-kura bisa mengenai semua jenis kura-kura, namun umumnya diderita oleh kura-kura darat dan semi akuatik.
Cara mencegah flu pada kura-kura adalah dengan memberikan penghangat pada kandang dan media pemeliharaan. Untuk kura-kura semi-akuatik seperti kura-kura brazil yang kena flu, anda bisa memberikan water heater pada airnya hingga suhu air sedikit naik asalkan tidak terlalu panas. Untuk kura-kura darat seperti sulcata, pardalis, dan emys, cara menyembuhkan flu pada kura-kura tersebut adalah dengan memberikan lampu uvb di kandangnya atau dengan sering menjemur kura-kura tersebut dibawah sinar matahari selama beberapa menit.
Penyakit pyramiding pada kura-kura.
Penyebab penyakit pyramiding pada kura-kura adalah disebabkan oleh pemberian protein kepada kura-kura yang terlalu tinggi, terutama kepada jenis kura-kura semi akuatik dan kura-kura darat (turtoise). Maka dari itu, menghindari penyakit pyramiding pada kura-kura adalah dengan membatasi pemberian makanan yang mengandung protein tinggi kepada kura-kura anda. Tanda penyakit pyramiding pada kura-kura yaitu scute atau lempeng tempurung pada kura-kura terlihat menonjol atau berbentuk piramid.
Sampai saat ini, tidak ada threatment atau obat yang bisa menyembuhkan penyakit pyramiding pada kura-kura. Maka dari itu, saya amat menyarankan agar anda membatasi betul pemberian protein untuk kura-kura anda. Pyramiding pada kura-kura, terutama pada kura-kura betina, akan menyebabkan kura-kura tersebut kesusahan saat kawin. Penyakit pyramiding pada kura-kura juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan fungsi hati kura-kura.
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Kura kura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Kura kura. Tampilkan semua postingan
Jenis penyakit yang dialami kura-kura dan gejalanya dan Penyebabnya
Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang dialami
kura-kura dan gejalanya dan Penyebabnya:
Gejala : Jendolan kecil (tumor abcesses)
kurang vitamin E dan masalah
gizi
Gejala : resah
Masalah usus, sembelit,
penahanan telur, parasit usus
Gejala : Kurang nafsu makan
Hampir mencakup semua keadaan
yang fatal
Gejala : Darah dalam kotoran
Luka pada usus yang disebabkan
oleh bound, septicemia, amebiasis dan parasit usus lainnya
Gejala : Bernafas dengan mulut terbuka
Pilek, radang paru-paru
Gejala : Berbunyi waktu bernafas
Peradagangan virus pilek
Gejala : Perubahan warna pada tempurung
Kebanyakan kaporit/chlorine
dalam air, masalah gizi, kekurangan vitamin A
Gejala : Tempurung cacat
Kekurangan vitamin D3, hy dan
kekurangan fosfor, kurang terkena matahari langsung atau sinar UV, masalah
gizi, aquarium terlalu kecil, Pyraymiding
Gejala : Skat (scutes) lepas berjatuhan
Kekurangan vitamin A. Jika
kura-kura juga menderita perubahan warna atau bercak seperti cahaya di
tubuhnya, serangan mycose patut dicurigai
Gejala : Pelunakan tempurung
Punggung mengalami rachitysm.
Gejala : Bercak pada tempurung dan kulit
Kekurangan vitamin A, terkena
parasit mycetes
Gejala : Sesuatu yang tergantung pada kloaka
Turunnya penis atau usus
Gejala : Susah buang air besar
Masalah nutrisi seperti terlalu
banyak makanan kering, masalah usus, penahanan telur
Gejala : Diare
Masalah nutrisi, memberi
buah-buahan terlalu asam, parasit usus
Gejala : Pembengkakan telinga
Luka bernanah disebabkan oleh
otitis, kena pilek
Gejala : Mata mengeluarkan nanah atau air mata
Peradangan virus pilek
Gejala : Mata exhorbited
Kekurangan vitamin A, makanan
yang buruk – kebanyakan lemak, infeksi kelopak mata
Gejala : Kelopak mata menempel menjadi satu
Keluar dari hibernasi, pilek,
atau ada sesuatu di matanya, kurang gizi
Gejala : Pendarahaan generalized tetapi jarang, kulit merah, sangat
lesu
Keracunan darah (septicemia)
Gejala : Bercak putih atau kekuningan di dalam mulut.
Pembusukan mulut(herpes)
Gejala : Lendir seperti benang keluar dari mulut dan hidung
Pilek, peradangan virus pilek
Gejala : Lumpuh (sebagian atau semuanya)
Trauma umum, jatuh
Gejala : Ganti kulit (shedding) yang berlebihan
Kebanyak kaporit/chlorine di
dalam air
Gejala : Berenang mundur setelah menggosok kepalanya pada
tempurungnya atau kepala selalu berada di dalam tempurungnya
Rasa tidak menyenangkan di
bagian depan
Gejala : Berenang miring atau berat sebelah
Radang paru-paru (pneumonia)
Gejala : Kerongkongan bengkak Peradangan
dalam mulut (stomatitis), herpes
Gejala : Muntah
Kura-kura makan terlalu cepat,
reaksi alergi terhadap obat
PENYAKIT PADA KURA-KURA
Jika kura kura kesayangan anda tiba-tiba sakit anda sakit, kemali dulu ciri-ciri fisiknya sehingga penanganannya juga tepat, Beberapa penyakit yang dapat dijumpai pada kura kura antara lain:
Respiratory disease:
Respiratory disease adalah penyakit saluran pernafasan dan yang umum terjadi adalah RNS. Tidak diragukan lagi “Runny Nose Syndrome” (RNS) merupakan penyakit yang paling sering dijumpai terutama pada kura-kura darat.
Susah buang air besar:
Untuk menanggulangi penyakit ini cobalah untuk merendam kura-kura darat anda pada air yang dangkal dan hangat sekitar 30 menit dengan ketinggian air mencapai plastron (dataran perut bawah) mereka. Apabila ini tidak berkerja dengan baik, konsultasikan dengan dokter hewan anda.
Diare:
Tambahkan alfalfa (pelet kelinci adalah alfalfa yang dikompres) ke dalam makanan mereka untuk sementara (karena mereka memiliki protein yang terlalu tinggi sebagai makanan rutin) dan ganti ke makanan yang kandungan airnya lebih sedikit. Pemberian buah-buahan yang berlebihan adalah penyebab umum dari diare. Gunakan obat hanya apabila terjadi infeksi, konsultasikan dengan dokter hewan anda. Apabila diarenya bau, segera laporkan ke dokter hewan anda secepat mungkin.
Muntah:
Adalah tanda yang sangat berbahaya, konsultasikan dengan dokter hewan anda secepat mungkin. Ini juga bisa menandakan adanya worm didalam badan mereka.
Abscess:
Ini juga cukup umum pada kura-kura darat, terutama pada telinga. Bawalah kura-kura darat anda ke dokter hewan anda apabila anda melihat pembengkakan yang tidak normal. Abscess juga bisa dikarenakan oleh gigitan ringan atau luka lainnya, seperti penusukan oleh benda tajam. Abscess pada kura-kura darat tidak akan hanya memberi respon pada perawatan antibiotik. Abscess harus di buang dan dikeringkan dan semua daging mati harus dibuang melalui operasi, lukanya di biarkan mengering tanpa jahitan. Perawatan setelah operasi sangat penting.
Pneumonia:
Penyebab yang paling umum dari penyakit pernafasan adalah: Kondisi yang basah dan tidak bersih. Terlalu ramai atau terlalu penuh kura-kura dalam satu tempat. Suhu yang tidak memadai.
Dihadapi dengan carrier (binatang yang memiliki virus/bakteri penyakit).
Gejala: Megap-megap dan mulut terbuka untuk bernafas.
Leher memanjang dan kesulitan bernafas.
Terdapat cairan lendir pada lubang hidung dan mulut.
Kaki lemah dan penarikan kaki (memasukkan kaki) dengan lemah. Semua kaki di masukkan ke dalam tempurung.
Dehidrasi.
Depresi.
Pertolongan dokter hewan sangat diperlukan untuk menyelamatkan kura-kura tersebut. Beri suntikan antibiotik. Bahkan penundaan beberapa jam saja bisa berakibat fatal.
Infeksi Mata:
Infeksi mata biasanya diberikan perawatan melalui obat tetes air mata Genoptic (gentamycin) atau obat mata terracortril. Infeksi ringan bisa di sembuhkan dengan salep mata Neomycin atau Chloramphenicol. Ketika anda melihat adanya pembengkakan parah pada alis mata biasanya ada infeksi bakteri, untuk kasus ini antiobiotik diperlukan. Beberapa masalah mata adalah akibat dari kekurangan vitamin A. Berikan vitamin A dan gunakan salep mata yang ringan. Apabila kondisi tidak membaik dalam waktu yang cukup singkat, segera dapatkan pertolongan dari dokter hewan.
Impacted colon:
Impacted colon bisa di artikan usus yang mengerut. Kadang-kadang ditemukan, biasanya akibat dari makanan yang salah, termakan benda asing secara tidak sengaja, dan bisa berkembang menjadi septicaemia (keracunan pada darah) apabila tidak di rawat. Terlalu banyak worm di dalam usus juga bisa menyebabkan penyempitan pada usus. Penyempitan pada perut bisa mempengaruhi kapasitas paru-paru dan menghambat pernafasan yang kemudian bisa mematikan dalam waktu cepat. Penyempitan pada usus seharusnya dicurigai ketika binatang tersebut tidak buang air besar, lemah, dan susah bernafas. Merendam kura-kura darat di dalam air yang hangat juga akan memperlancar buang air besar. Kasus yang parah butuh perawatan dari dokter hewan secepat mungkin. X-ray dan operasi juga mungkin diperlukan.
Septicaemia:
Septicaemia bisa di artikan penyakit pada darah seperti adanya organisme beracun dalam darah. Tanda-tanda meliputi muntah-muntah, lemah, dan kemerahan pada plastron. Terjadi pendarahan pada lidah dan pengeluaran cairan lendir, kekuningan (semacam sakit kuning, kuning pada mata, dsb), dan binatang tersebut minum air dalam jumlah yang terlalu banyak. Ini biasanya di akibatkan oleh penahanan telur atau perpecahan telur dalam perut atau penyempitan pada usus. Segera dapatkan bantuan dari dokter hewan secepat mungkin.
Penahanan Telur:
Tanda-tanda meliputi keengganan untuk berjalan, lemah, dan tanda-tanda umum pada septicaemia. Disini pencegahan lebih baik daripada penyembuhan. Pencegahan yang bisa di lakukan:
Sediakan nutrisi yang baik yang kaya akan kalsium.
Sediakan tempat bertelur yang layak untuk spesies tersebut.
Jagalah stress pada level yang minimum (jangan membuat mereka stress).
X-ray bisa di pakai untuk mengkonfirmasi adanya telur di dalam perut mereka dan kemudian dokter hewan anda akan menentukan perawatan terbaik. Untuk mendorong pengeluaran telur, anda bisa menyuntikkan kalsium dan oxytocin.
Disfungsi Ginjal:
Tanda-tanda meliputi oedema (penahanan air), cairan lendir pucat, lemah, tidak bisa kencing, berat bertambah akibat penahanan cairan. Sering juga diikuti dengan anorexia(tidak nafsu makan), dehidrasi, dan infeksi bakteri. Segera dapatkan bantuan dari dokter hewan secepat mungkin. Pada tahan awal, perendaman air hangat secara teratur dan physiotherapy pada kaki belakang akan membantu melepaskan setiap halangan pada saluran pembuangan. Selalu pastikan bahwa kura-kura darat anda memiliki akses menuju air yang bersih.
Diabetes:
Gejala meliputi lemah, letih, lesu, dan anorexia (tidak ada nafsu makan). Dokter hewan anda bisa melakukan test darah untuk memastikan adanya diabetes.
Shell rot:
Shell rot bisa di artikan pembusukan pada tempurung. Ini biasanya di akibatkan oleh luka dan kadang-kadang oleh serangga. Perawatan meliputi pembuangan bagian-bagian yang lepas akibat pembusukan dan melalui pembersihan setiap hari dengan cairan Nolvasan atau Betadine. Apabila perawatan ini gagal, flamazine bisa di gunakan sehari sekali setelah pembersihan. Pada kasus yang parah, mungkin dibutuhkan perawatan secara bersamaan melalui penyuntikkan antibiotik dari dokter hewan anda.
Infeksi kulit:
Rawat sedini mungkin. Bersihkan dengan betadine atau chlorhexidine (Nolvasan) dua kali sehari dan gunakan salep betadin apabila di perlukan. Konsultasikan dengan dokter hewan anda.
Septic arthritis dan articular gout:
Mereka berdua bisa diartikan sebagai pembengkakan pada sendi. Biasanya terjadi bersamaan dan akan terlihat kaki-kaki atau sendi yang membengkak, kekakuan, dan kesakitan pada bagian penggerak. Ini biasanya di sebabkan oleh makanan yang terlalu kaya akan protein yang kemudian meningkatkan urea darah pada level yang berbahaya. Konsultasikan dengan dokter hewan anda secepat mungkin.
Anorexia:
Ini biasanya disebabkan:
Infeksi parasit.
Masalah metabolisme seperti disfungsi pada sistem ginjal dan hati.
Rahang yang patah atau abscess pada telinga yang menyebabkan kesakitan pada saat makan.
Memerlukan investigasi lebih lanjut oleh dokter hewan anda.
Stomatitis:
Stomatitis bisa di artikan pembengkakan pada bagian mulut. Apabila diketahui sejak dini, bersihkan mulut mereka dua kali sehari dengan Nolvasan atau povidone-iodine (cairan Betadine). Pada kasus yang parah, dibutuhkan perawatan dari dokter hewan. Perawatan pada mulut sangat penting untuk mencegah stomatitis. Beberapa bentuk di sebabkan oleh virus dari grup herpes (penyakit kulit). Koloni yang terdiri dari campuran berbagai spesies akan lebih beresiko daripada grup kecil yang merupakan spesies yang sama.
Sterile gut syndrome:
Bisa di sebabkan oleh terapi antibiotik (biasanya Tetracycline atau flagyl). Gejala bisa meliputi diare yang parah, seringkali kotoran yang dihasilkan berupa makanan yang tidak tercerna. Dan sering di ikuti oleh infeksi flagellate yang parah. Ini merupakan indikasi bahwa bakteri menguntungkan pada sistem usus telah dihilangkan dan berkurang. Pengobatan bisa berupa pemberian Benebac pada makanan atau yoghurt natural. Konsultasikan dengan dokter hewan anda mengenai perawatan apabila anda tidak yakin mengenai ini.
Parasit:
Untuk setiap parasit yang external (berada di luar), anda bisa celupkan kura-kura tersebut kedalam Alugan atau dilusi tritix (Amitraz) 1-2ml/liter. Kutu bisa di buang secara manual. Pertama basahi dengan alcohol atau vaseline dan kemudian cabut. Berikan betadine pada bagian dimana kutu tersebut berdiam diri.
Berikut adalah gejala-gejala parasit yang berada pada dalam tubuh (worm):
1. Diare.
2. Anorexia.
3. Kadang-kadang muntah-muntah.
4. Beberapa kura-kura mengeluarkan cairan dengan volume sedikit dari mulut mereka.
5. Apabila diabaikan, infeksi oleh worm ini akan menyebabkan pelubangan pada usus atau halangan pada usus.
Respiratory disease:
Respiratory disease adalah penyakit saluran pernafasan dan yang umum terjadi adalah RNS. Tidak diragukan lagi “Runny Nose Syndrome” (RNS) merupakan penyakit yang paling sering dijumpai terutama pada kura-kura darat.
Susah buang air besar:
Untuk menanggulangi penyakit ini cobalah untuk merendam kura-kura darat anda pada air yang dangkal dan hangat sekitar 30 menit dengan ketinggian air mencapai plastron (dataran perut bawah) mereka. Apabila ini tidak berkerja dengan baik, konsultasikan dengan dokter hewan anda.
Diare:
Tambahkan alfalfa (pelet kelinci adalah alfalfa yang dikompres) ke dalam makanan mereka untuk sementara (karena mereka memiliki protein yang terlalu tinggi sebagai makanan rutin) dan ganti ke makanan yang kandungan airnya lebih sedikit. Pemberian buah-buahan yang berlebihan adalah penyebab umum dari diare. Gunakan obat hanya apabila terjadi infeksi, konsultasikan dengan dokter hewan anda. Apabila diarenya bau, segera laporkan ke dokter hewan anda secepat mungkin.
Muntah:
Adalah tanda yang sangat berbahaya, konsultasikan dengan dokter hewan anda secepat mungkin. Ini juga bisa menandakan adanya worm didalam badan mereka.
Abscess:
Ini juga cukup umum pada kura-kura darat, terutama pada telinga. Bawalah kura-kura darat anda ke dokter hewan anda apabila anda melihat pembengkakan yang tidak normal. Abscess juga bisa dikarenakan oleh gigitan ringan atau luka lainnya, seperti penusukan oleh benda tajam. Abscess pada kura-kura darat tidak akan hanya memberi respon pada perawatan antibiotik. Abscess harus di buang dan dikeringkan dan semua daging mati harus dibuang melalui operasi, lukanya di biarkan mengering tanpa jahitan. Perawatan setelah operasi sangat penting.
Pneumonia:
Penyebab yang paling umum dari penyakit pernafasan adalah: Kondisi yang basah dan tidak bersih. Terlalu ramai atau terlalu penuh kura-kura dalam satu tempat. Suhu yang tidak memadai.
Dihadapi dengan carrier (binatang yang memiliki virus/bakteri penyakit).
Gejala: Megap-megap dan mulut terbuka untuk bernafas.
Leher memanjang dan kesulitan bernafas.
Terdapat cairan lendir pada lubang hidung dan mulut.
Kaki lemah dan penarikan kaki (memasukkan kaki) dengan lemah. Semua kaki di masukkan ke dalam tempurung.
Dehidrasi.
Depresi.
Pertolongan dokter hewan sangat diperlukan untuk menyelamatkan kura-kura tersebut. Beri suntikan antibiotik. Bahkan penundaan beberapa jam saja bisa berakibat fatal.
Infeksi Mata:
Infeksi mata biasanya diberikan perawatan melalui obat tetes air mata Genoptic (gentamycin) atau obat mata terracortril. Infeksi ringan bisa di sembuhkan dengan salep mata Neomycin atau Chloramphenicol. Ketika anda melihat adanya pembengkakan parah pada alis mata biasanya ada infeksi bakteri, untuk kasus ini antiobiotik diperlukan. Beberapa masalah mata adalah akibat dari kekurangan vitamin A. Berikan vitamin A dan gunakan salep mata yang ringan. Apabila kondisi tidak membaik dalam waktu yang cukup singkat, segera dapatkan pertolongan dari dokter hewan.
Impacted colon:
Impacted colon bisa di artikan usus yang mengerut. Kadang-kadang ditemukan, biasanya akibat dari makanan yang salah, termakan benda asing secara tidak sengaja, dan bisa berkembang menjadi septicaemia (keracunan pada darah) apabila tidak di rawat. Terlalu banyak worm di dalam usus juga bisa menyebabkan penyempitan pada usus. Penyempitan pada perut bisa mempengaruhi kapasitas paru-paru dan menghambat pernafasan yang kemudian bisa mematikan dalam waktu cepat. Penyempitan pada usus seharusnya dicurigai ketika binatang tersebut tidak buang air besar, lemah, dan susah bernafas. Merendam kura-kura darat di dalam air yang hangat juga akan memperlancar buang air besar. Kasus yang parah butuh perawatan dari dokter hewan secepat mungkin. X-ray dan operasi juga mungkin diperlukan.
Septicaemia:
Septicaemia bisa di artikan penyakit pada darah seperti adanya organisme beracun dalam darah. Tanda-tanda meliputi muntah-muntah, lemah, dan kemerahan pada plastron. Terjadi pendarahan pada lidah dan pengeluaran cairan lendir, kekuningan (semacam sakit kuning, kuning pada mata, dsb), dan binatang tersebut minum air dalam jumlah yang terlalu banyak. Ini biasanya di akibatkan oleh penahanan telur atau perpecahan telur dalam perut atau penyempitan pada usus. Segera dapatkan bantuan dari dokter hewan secepat mungkin.
Penahanan Telur:
Tanda-tanda meliputi keengganan untuk berjalan, lemah, dan tanda-tanda umum pada septicaemia. Disini pencegahan lebih baik daripada penyembuhan. Pencegahan yang bisa di lakukan:
Sediakan nutrisi yang baik yang kaya akan kalsium.
Sediakan tempat bertelur yang layak untuk spesies tersebut.
Jagalah stress pada level yang minimum (jangan membuat mereka stress).
X-ray bisa di pakai untuk mengkonfirmasi adanya telur di dalam perut mereka dan kemudian dokter hewan anda akan menentukan perawatan terbaik. Untuk mendorong pengeluaran telur, anda bisa menyuntikkan kalsium dan oxytocin.
Disfungsi Ginjal:
Tanda-tanda meliputi oedema (penahanan air), cairan lendir pucat, lemah, tidak bisa kencing, berat bertambah akibat penahanan cairan. Sering juga diikuti dengan anorexia(tidak nafsu makan), dehidrasi, dan infeksi bakteri. Segera dapatkan bantuan dari dokter hewan secepat mungkin. Pada tahan awal, perendaman air hangat secara teratur dan physiotherapy pada kaki belakang akan membantu melepaskan setiap halangan pada saluran pembuangan. Selalu pastikan bahwa kura-kura darat anda memiliki akses menuju air yang bersih.
Diabetes:
Gejala meliputi lemah, letih, lesu, dan anorexia (tidak ada nafsu makan). Dokter hewan anda bisa melakukan test darah untuk memastikan adanya diabetes.
Shell rot:
Shell rot bisa di artikan pembusukan pada tempurung. Ini biasanya di akibatkan oleh luka dan kadang-kadang oleh serangga. Perawatan meliputi pembuangan bagian-bagian yang lepas akibat pembusukan dan melalui pembersihan setiap hari dengan cairan Nolvasan atau Betadine. Apabila perawatan ini gagal, flamazine bisa di gunakan sehari sekali setelah pembersihan. Pada kasus yang parah, mungkin dibutuhkan perawatan secara bersamaan melalui penyuntikkan antibiotik dari dokter hewan anda.
Infeksi kulit:
Rawat sedini mungkin. Bersihkan dengan betadine atau chlorhexidine (Nolvasan) dua kali sehari dan gunakan salep betadin apabila di perlukan. Konsultasikan dengan dokter hewan anda.
Septic arthritis dan articular gout:
Mereka berdua bisa diartikan sebagai pembengkakan pada sendi. Biasanya terjadi bersamaan dan akan terlihat kaki-kaki atau sendi yang membengkak, kekakuan, dan kesakitan pada bagian penggerak. Ini biasanya di sebabkan oleh makanan yang terlalu kaya akan protein yang kemudian meningkatkan urea darah pada level yang berbahaya. Konsultasikan dengan dokter hewan anda secepat mungkin.
Anorexia:
Ini biasanya disebabkan:
Infeksi parasit.
Masalah metabolisme seperti disfungsi pada sistem ginjal dan hati.
Rahang yang patah atau abscess pada telinga yang menyebabkan kesakitan pada saat makan.
Memerlukan investigasi lebih lanjut oleh dokter hewan anda.
Stomatitis:
Stomatitis bisa di artikan pembengkakan pada bagian mulut. Apabila diketahui sejak dini, bersihkan mulut mereka dua kali sehari dengan Nolvasan atau povidone-iodine (cairan Betadine). Pada kasus yang parah, dibutuhkan perawatan dari dokter hewan. Perawatan pada mulut sangat penting untuk mencegah stomatitis. Beberapa bentuk di sebabkan oleh virus dari grup herpes (penyakit kulit). Koloni yang terdiri dari campuran berbagai spesies akan lebih beresiko daripada grup kecil yang merupakan spesies yang sama.
Sterile gut syndrome:
Bisa di sebabkan oleh terapi antibiotik (biasanya Tetracycline atau flagyl). Gejala bisa meliputi diare yang parah, seringkali kotoran yang dihasilkan berupa makanan yang tidak tercerna. Dan sering di ikuti oleh infeksi flagellate yang parah. Ini merupakan indikasi bahwa bakteri menguntungkan pada sistem usus telah dihilangkan dan berkurang. Pengobatan bisa berupa pemberian Benebac pada makanan atau yoghurt natural. Konsultasikan dengan dokter hewan anda mengenai perawatan apabila anda tidak yakin mengenai ini.
Parasit:
Untuk setiap parasit yang external (berada di luar), anda bisa celupkan kura-kura tersebut kedalam Alugan atau dilusi tritix (Amitraz) 1-2ml/liter. Kutu bisa di buang secara manual. Pertama basahi dengan alcohol atau vaseline dan kemudian cabut. Berikan betadine pada bagian dimana kutu tersebut berdiam diri.
Berikut adalah gejala-gejala parasit yang berada pada dalam tubuh (worm):
1. Diare.
2. Anorexia.
3. Kadang-kadang muntah-muntah.
4. Beberapa kura-kura mengeluarkan cairan dengan volume sedikit dari mulut mereka.
5. Apabila diabaikan, infeksi oleh worm ini akan menyebabkan pelubangan pada usus atau halangan pada usus.
Langganan:
Postingan (Atom)




