Pages

Tampilkan postingan dengan label Tips & Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips & Trik. Tampilkan semua postingan

Inkubator Telur Kura Kura


Jika Kura kura kesayangan anda bertelur sebenarnya bisa saja membiarkan telur-telur itu menetas dengan sendirinya di tempat pilihan si Kura kura, namun alangkah sayangnya apabila si telur gagal menetas, karena di alam terbuka sangat banyak potensi gangguan yang  terdapat di alam. Sebut saja contohnya terlalu banyak predator yang dapat memakan telur kura kura sbelum menetas (Kucing, tikus, anjing dll), resiko salah satu telur berjamur dan akan membuat telur lainnya berjamur juga.

Melihat hal tersebut alangkah lebih baiknya jika menetaskan telur kura kura dengan menggunakan inkubator. Namun harga inkubator jadi di website luaran harganya relatif tidak terjangkau, sehingga mungkin akan lebih baik jika inkubator itu kita buat sendiri :

Bahan bahan yang dibutuhkan

  1. kontainer/styrofoam box
  2. heater ikan
  3. thermometer
  4. baki ceper
  5. sebagai media tinggal pilih (cocopeat,vermiculite atau sekam padi atau bahkan campuran tanah + pasir pun bisa selama kita bisa menjaga kelembapan media)
  6. hygrometer (kalo ada lebih duit boleh beli,tp sayang harganya masi relatif mahal)
  7. penyangga baki ceper (boleh batu atau mangkok terserah)
  8. kabur pengusir semut dan kecoak
  9. Lakban
  10. senter led
  11. spidol



berikut ini cara membuat incubator DIY:

  1. siapkan kontaier/styrofoam box dan selanjutnya di sterilkan,khusus untuk kontainer boleh memakai alkohol atau dengan air panas yang di guyurkan ke kontainer dan untuk styrofoam box cukup dengan di spray dengan alkohol dan di keringkan dengan kain. gunanya untuk mencegah bakteri atau cendawan jamur yang nantinya mengakibatkan telur berjamur atau gagal menetas alias busuk.
  2. siapkan media untuk menempatkan telur tadi yakni cocoepat/vermiculite/sekam padi. media tersebut harus di sterilkan dengan cara di kukus atau di rebus sampai 2x.yang pertama di rebus hingga airnya tinggal sedikit lalu di angin - anginkan di bawah terik matahari selanjutnya d rebus kembali hingga airnya hanya tersisa pada medianya saja,didiamkan sebentar agar suhunya turun lalu ambil baki ceper, oleskan rata pada baki ceper tersebut media penempatan telur.
  3. 3. selanjutnya isi kontainer dengan air kira kira setinggi seperempat dari tinggi kontainer, masukan heater ikan dan penyangga baki ceper tadi (untuk penyangga baki ceper disesuaikan dengan tinggi airnya) putar temperatur ke 29 atau 30 drajat pada atas heater ikan, atur posisi heater di tengah - tengah dari penyangga baki ceper tersebut. Selanjutnya lakban kabel heater di bibir kontainer agar terlihat lebih dari dan tidak membuat kebocoran kelembapan dari incubator.
  4. masukan baki ceper ke dalam incubator dan letakan thermometer di samping baki ceper nya (berikut hygrometer bila ada).
  5. tata telur di media penetasan sampai setengah badan telurnya sampai memenuhi baki ceper dan beri jarak setengah sampai 1 cm tiap tiap telurnya. (catatan: pastikan suhu media penetesan tersebut sudah mulai dingin,jangan pada saat panas di masukan bisa mateng tuh telur)
  6. spray/semprotkan air merata di atas telur dan medianya agar kelembapan stabil.
  7. tutup serapat mungkin kontainer DIY nya.... , tandai saat pertama kali ular bertelur, penting untuk menghitung tanggal kelahiran si jabang bayi..ehehehe .......untuk kapur penghilang semut atau kecoa bisa di taburin di sekitar incubator, karena dari pengalamanku semut tuh menaruh telurnya pada tempat yang lembab jadi mesti sering - sering di periksa telurnya.
  8. tandai pada kotak kontainer dengan spidol permanen tanggal pertama kali si emaknya nelur dan tandai kapan dia lahir (ntar aku share berapa lama incubasi jenis - jenis reptil). untuk perawatan tiap seminggu sekali d cek suhunya dan semprotkan air agar kelembapanya terjaga. sebagai parameter apakah embrio telurnya berkembang apa nggak dapat dilihat telurnya mengempis atau tetep seperti saat pertama kali di telurkan masi bulat. dan sebulan pertama bisa di senter apakah ada isinya apa tidak.(bisa dilihat sebagai contoh di gambar)

contoh telur yang Fertile

contoh telur yang tidak fertile

lama inkubasi telur kura  kura adalah 45 - 90 hari

Cara Mengembangbiakkan Kura Kura




Pada umumnya Kura kura dapat dikawinkan mulai umur 3 tahun ke atas. Lokasi untuk perkawinan dapat berupa akuarium / kolam yang cukup besar dengan ketinggian air minimal 10 cm.
Masukkan sepasang Kura kura ke dalam tempat yang sudah disediakan, jantan akan menarik perhatian betina perhatikan selama 1 jam, jika betina merasa cocok, akan menerima jantan.
Jika tidak, akan terjadi pertarungan dan segera pisahkan untuk kemudian dicoba 2-3 hari kemudian. Setelah beberapa hari dan sudah dipastikan proses perkawinan terjadi, pisahkan jantan dan betina sehingga tidak akan terganggu.
Proses kehamilan hingga bertelur berlangsung sekitar 2 bulan, tetapi jika betina merasa tidak menemukan tempat yang cocok untuk bertelur, akan tetap menyimpannya di dalam. Habitat yang ideal adalah kolam dengan akses yang mudah ke daratan (tanah / pasir) sebagai media bertelur.
Usahakan menjaga kebersihan air dan betina mendapat sinar matahari secara langsung dengan rutin untuk menghangatkan tubuh betina dan telurnya.
Ciri-ciri betina akan bertelur
·         nafsu makan menurun selama beberapa hari.
·         mejadi hiperaktif, naik turun daratan air, bisa terjadi pagi dan malam
·         jika dilepas di darat, akan menjelejah mencari tempat untuk bertelur
·         menggaruk2 lokasi yang dirasa cocok untuk media bertelur dengan kaki belakang
·      Atau untuk memastikan, dengan meraba pada ruang di depan pangkal kaki belakang bawah karapas dan akan terasa ada benjolan telur didalamnya.
Tetapi harus hati-hati karena penekanan yang berlebihan dapat menyebabkan telur pecah di dalam

Jika kura sudah bertelur, pindahkan betina dan kita dapat tetap meninggalkan telur di situ dengan kelebihan tidak perlu penanganan lebih dan tidak ada resiko rusak karena digali. Tetapi kekurangannya adalah adanya resiko predator, jika salah 1 telur busuk akan menimbulkan jamur yang dapat menyebar ke telur yang lain dan kesulitan bayi Kura kura untuk menggali keluar.

Bagaimana sih Cara Packing Kura Kura yang Baik?


Banyak yang bingung jika mau melakukan pengiriman kura kura dengan jarak tempuh cukup jauh / lama, karena jika pengiriman tidak diimbangi denganpacking yang baik bisa saja memngakibatkan kura kura menjadi stres, dan tentu saja hal ini berbahaya bagi kelangsungan hidup kura kura.
Cara packing yang menurut saya paling efektif (terutama untuk kura kura baby ) dengan menggunakan tisu/kain kaos (bersih)  yang telah dibasahi terlebih dahulu, dengan tisu karena menurut saya tisu/kain kaos adalah bahan yang mudah dicari dan bersih, kelemahan bahan lain untuk packing adalah
1.    koran : sering terjadi kura2 yang kelunturan tinta koran 
2.    busa filter : kura2 bisa terjerat dibusanya 
3.    moss : ini bahan yang bagus sebenernya cuma susah dicari disini 
Air menurut saya wajib diberikan saat packing (terutama untuk softshell) bukan bertujuan agar seh kuranya minum tapi untuk kelembaban dan supaya packingan juga tetap dingin, dan juga supaya tempurung seh kura tetep baik.
Cara packing kura yang menurut saya sangat salah ketika dalam packingan kura kura diberi air tanpa ada bahan apapun. 
1.    kura bukan ikan yang bisa bernafas diair, jadi saat dia bernafas pasti akan kesusahan. 
2.    air didalam packing an membuat seh kura kura akan berenang kesana kemari sehingga kura kura ketika sampai di tujuan pasti akan capai + strezz.
3.    Cara packing yang langsung menempatkan kura didalam kotak tanpa bahan apapun akan mengakibatkan kura kura pasti akan tergoncang2 kesana kemari sehingga dapat mengakibatkan kura kura terluka, kemungkinan besar kura kura akan mengambang ketika dimasukkan air. (tidak begitu bahaya cuma beberapa kasus yang pernah saya alami sampai seh kura mati karena terlalu lama kering). 
4.    Memberi makanan didalam packing
a.    Kura kura hewan yang sangat kuat. Kura kura dapat puasa makan sampai 1 minggu lebih dan itu tidak masalah.

b.    Kura kura belum tentu makan disaat proses kirim, dan jika tidak termakan malah menjadi racun bwt seh kuranya karena makanan menjadi busuk. 
" jadi dengan cara packing yang baik, akan membuat seh kura sampai dengan tujuan dengan sehat dan tidak terluka "

Apa Makanan Kura-kura?


Beragam jenih kura kura sudah menjadi peliharaan para hobiis, sebut saja indian star, kura kura Air hingga kura kura mini yang imut dan lucu. Namun banyak pehobies baru yang bertanya apa makanan kura kura yang baik, merawat kura kura dapat dikatakan mudah-mudah gampang. Keunikan dari tiap kura kura menjadi daya tarik tersendiri untuk kita memeliharanya.
Kura kura walaupun memang sebagian besar dari jenis kura kura hidup di daerah yang berair namun ada juga kura kura yang hidup di hutan dan gurun. Kura kura tidak mempunyai gigi, namun bukan berarti tidak dapat menyantap makanan , moncong kura-kura yang memiliki tulang keras bisa memotong apa saja yang dimakannya.

Apa Makanan Kura-kura?
Kura kura merupakan hewan yang panjang umur, umur kura kura bisa mencapai hingga ratusan tahun. Ada beberapa macam makanan kura kura yang aman dan bisa kita berikan untuk kura kura peliharaan kita, makanan kura kura ini tidak mempunyai efek samping fatal sebab memang kura kura itu memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa. Berikut beberapa jenis makanan kura kura yang bisa kita berikan.

Pelet Khusus Kura-kura.
Jenis makanan kura-kura ini cukup mudah kita peroleh, banyak di jual di petshop dan toko hewan kesayangan. Biasanya makanan buatan ini merupakan komposisi makanan yang mengandung banyak gizi yang diperlukan oleh kura-kura itu sendiri untuk tetap sehat. Namun perlu di perhatikan, sebelum mimilih pelet khusus  kura kura kita mesti tahu dulu jenis kura kura kita. Jangan sampai jenis kura kura kita pemakan sayuran (Herbivora) lalu di berikan pelet untuk kura kura pemakan daging (Karnivora)

Sayuran dan Buah buahan.
Sebagian besar dari spesies kura kura merupakan pemakan sayuran atau termasuk hewan herbivora. Memberikan sayur-sayuran atau buah-buahan untuk kura kura kesayangan kita merupakan hal yang tepat. Tapi alangkah baiknya, sayur-sayuran atau buah-buahan yang akan diberikan itu mesti dicuci bersih dan dipotong kecil kecil untuk membantu  kura kura menyantapnya. Hampir semua jenis sayuran dan buah aman dimakan kira-kura, namun sebaiknya jangan memberikan sayuran yang menyengat seperti bawang.

Daging. 
Meskipun sebagian besar kura kura adalah hewan herbivora, namun ada juga kura-kura yang masuk jenis karnivora dan omnivora. Daging yang paling cocok untuk dijadikan sebagai makanan kura kura adalah lain ikan, keong, dan cacing. Daging tersebut sebelumnya dipotong kecil kecil dan dibuang durinya, ini dilakukan untuk membantu kura kura makan dengan mudah dan terhindar dari bahaya tertusuk duri / tulang ikan.

Suplemen Khusus. 
Suplemen khusus juga diperlukan bagi kura kura peliharaan, sebut saja kalsium dan vitamin D guna memperkuat karapasnya. Hal ini di karenakan kura kura peliharaan tidak sepenuhnya mendapatkan sinar matahari seperti di alam liar, karenanya banyak di temukan kura kura yang memiliki karapas yang lunak. Suplemen lainnya juga bisa di tambahkan sesuai dengan kebutuhan, suplemen ini bisa dengan mudah didapatkan di petshop atau toko  khusus hewan peliharaan.

Selalu di ingat dalam memelihara binatang peliharaan, kita mesti mengetahui terlebih dahulu jenis dari hewan peliharaan kita termasuk kura kura. Hal ini agar mempermudah perawatan dan mengetahui apa makanan kura kura peliharaan kita. Dengan makanan yang baik dan cukup kura kura kita akan tampil cantik dan hidup puluhan tahun.


Penyakit yang Paling Sering Menyerang Kura-Kura Anda

Sebenarnya ada banyak sekali penyakit yang dapat menyerang kura - kura, namun secara umum penbyakit yang sering menyerang kura - kura, baik itu kura-kura darat (misalnya: sulcata dan pardalis), kura-kura semi akuatik (misalnya: kura-kura brazil), dan kura-kura akuatik (misalnya: labi-labi atau bulus). Jenis penyakit kura-kura itu umumnya dikarenakan kebersihan media pemeliharaan yang kurang terjaga dan cara memelihara kura-kura yang salah.
Berikut adalah beberapa penyakit kura-kura berdasarkan pengalaman :

Penyakit mencret pada kura-kura.

Penyakit mencret pada kura-kura biasanya ditandai dengan kotoran kura-kura yang berbentuk cair. Mencret pada kura-kura biasanya terjadi akibat pakan yang tidak cocok atau kebosanan kura-kura terhadap pakannya. Penyakit mencret pada kura-kura bisa terjadi pada semua jenis kura-kura, baik itu kura-kura darat, kura-kura semi akuatik, dan kura-kura akuatik.
Cara mencegah mencret pada kura-kura atau cara menyembuhkan kura-kura yang mencret adalah dengan memberikan makanan yang bervariasi setiap minggunya. Untuk itu, sebaiknya anda mencari referensi makanan kura-kura yang lain, tidak hanya satu macam saja sehingga anda bisa memberikan variasi makanan kepada kura-kura.

Penyakit lumut pada kura-kura.


Penyebab lumut pada kura-kura biasanya terjadi kepada kura-kura semi akuatik yang sering keluar-masuk air dan terkena sinar matahari. Hal ini membuat tumbuhnya jamur di tempurung kura-kura tersebut. Ciri penyakit lumut pada tempurung kura-kura biasanya ditandai dengan munculnya noda kehijauan di tempurung kura-kura.
Mengobati kura-kura yang menderita penyakit lumut adalah dengan menggosok lumut di tempurungnya menggunakan sikat gigi halus secara perlahan. Lakukan langkah ini hingga lumut pada tempurung kura-kura hilang (bersih).

Penyakit jamur pada kura-kura.


Penyakit jamur pada kura-kura bisa menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan segera. Ciri penyakit jamur pada kura-kura umumnya ditandai dengan munculnya bercak putih pada kaki, pangkal kaki, pangkal ekor, leher, dan bagian wajah kura-kura. Penyakit jamur pada kura-kura biasanya juga disertai dengan gejala lain yaitu kura-kura kerap malas bergerak dan kurang merespon makanan yang diberikan kepadanya. Penyebab penyakit jamur pada kura-kura adalah kurang terjaganya lingkungan pemeliharaan, umumnya karena air yang kotor. Maka dari itu, cara mencegah penyakit jamur pada kura-kura adalah dengan menjaga kebersihan kolam atau akuarium tempat memelihara kura-kura.
 Cara mengobati kura-kura yang kena jamur atau cara menyembuhkan kura-kura jamuran adalah dengan merendam kura-kura dalam larutan air dan garam ikan. Gunakan garam ikan dengan komposisi garam dan air yang pas, yaitu larutan 10 g garam dan 1 liter air (10% dari banyaknya air). Rendam kura-kura selama 20 menit setiap harinya. Cara lain untuk mengobati jamur pada kura-kura adalah dengan mengobatinya dengan obat kura-kura bermerk Acrivlafine Plus dengan dosis yang disarankan.

Penyakit flu pada kura-kura.


Semua jenis reptil bisa menderita flu, tidak hanya kura-kura saja. Ular dan leopard gecko juga bisa menderita flu. Seperti halnya ular yang kena flu, tanda flu pada kura-kura adalah lubang hidung yang terlihat basah atau berair. Pada tingkatan parah, flu pada kura-kura akan membuat kura-kura membuka mulutnya karena susah bernafas. Penyebab flu pada kura-kura sama dengan penyebab flu pada ular dan sebab flu pada leopard gecko, yaitu suhu kandang yang terlalu dingin serta kura-kura yang jarang dijemur di bawah sinar matahari. Flu pada kura-kura bisa mengenai semua jenis kura-kura, namun umumnya diderita oleh kura-kura darat dan semi akuatik.
Cara mencegah flu pada kura-kura adalah dengan memberikan penghangat pada kandang dan media pemeliharaan. Untuk kura-kura semi-akuatik seperti kura-kura brazil yang kena flu, anda bisa memberikan water heater pada airnya hingga suhu air sedikit naik asalkan tidak terlalu panas. Untuk kura-kura darat seperti sulcata, pardalis, dan emys, cara menyembuhkan flu pada kura-kura tersebut adalah dengan memberikan lampu uvb di kandangnya atau dengan sering menjemur kura-kura tersebut dibawah sinar matahari selama beberapa menit.

Penyakit pyramiding pada kura-kura.


Penyebab penyakit pyramiding pada kura-kura adalah disebabkan oleh pemberian protein kepada kura-kura yang terlalu tinggi, terutama kepada jenis kura-kura semi akuatik dan kura-kura darat (turtoise). Maka dari itu, menghindari penyakit pyramiding pada kura-kura adalah dengan membatasi pemberian makanan yang mengandung protein tinggi kepada kura-kura anda. Tanda penyakit pyramiding pada kura-kura yaitu scute atau lempeng tempurung pada kura-kura terlihat menonjol atau berbentuk piramid.
Sampai saat ini, tidak ada threatment atau obat yang bisa menyembuhkan penyakit pyramiding pada kura-kura. Maka dari itu, saya amat menyarankan agar anda membatasi betul pemberian protein untuk kura-kura anda. Pyramiding pada kura-kura, terutama pada kura-kura betina, akan menyebabkan kura-kura tersebut kesusahan saat kawin. Penyakit pyramiding pada kura-kura juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan fungsi hati kura-kura.

Jenis penyakit yang dialami kura-kura dan gejalanya dan Penyebabnya

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang dialami kura-kura dan gejalanya dan Penyebabnya:

Gejala : Jendolan kecil (tumor abcesses)              
kurang vitamin E dan masalah gizi
Gejala : resah   
Masalah usus, sembelit, penahanan telur, parasit usus
Gejala : Kurang nafsu makan     
Hampir mencakup semua keadaan yang fatal
Gejala : Darah dalam kotoran    
Luka pada usus yang disebabkan oleh bound, septicemia, amebiasis dan parasit usus lainnya
Gejala : Bernafas dengan mulut terbuka
Pilek, radang paru-paru
Gejala : Berbunyi waktu bernafas           
Peradagangan virus pilek
Gejala : Perubahan warna pada tempurung       
Kebanyakan kaporit/chlorine dalam air, masalah gizi, kekurangan vitamin A
Gejala : Tempurung cacat           
Kekurangan vitamin D3, hy dan kekurangan fosfor, kurang terkena matahari langsung atau sinar UV, masalah gizi, aquarium terlalu kecil, Pyraymiding
Gejala : Skat (scutes) lepas berjatuhan 
Kekurangan vitamin A. Jika kura-kura juga menderita perubahan warna atau bercak seperti cahaya di tubuhnya, serangan mycose patut dicurigai
Gejala : Pelunakan tempurung 
Punggung mengalami rachitysm.
Gejala : Bercak pada tempurung dan kulit           
Kekurangan vitamin A, terkena parasit mycetes
Gejala : Sesuatu yang tergantung pada kloaka   
Turunnya penis atau usus
Gejala : Susah buang air besar  
Masalah nutrisi seperti terlalu banyak makanan kering, masalah usus, penahanan telur
Gejala : Diare    
Masalah nutrisi, memberi buah-buahan terlalu asam, parasit usus
Gejala : Pembengkakan telinga
Luka bernanah disebabkan oleh otitis, kena pilek
Gejala : Mata mengeluarkan nanah atau air mata            
Peradangan virus pilek
Gejala : Mata exhorbited            
Kekurangan vitamin A, makanan yang buruk – kebanyakan lemak, infeksi kelopak mata
Gejala : Kelopak mata menempel menjadi satu
Keluar dari hibernasi, pilek, atau ada sesuatu di matanya, kurang gizi
Gejala : Pendarahaan generalized tetapi jarang, kulit merah, sangat lesu
Keracunan darah (septicemia)
Gejala : Bercak putih atau kekuningan di dalam mulut.  
Pembusukan mulut(herpes)
Gejala : Lendir seperti benang keluar dari mulut dan hidung       
Pilek, peradangan virus pilek
Gejala : Lumpuh (sebagian atau semuanya)       
Trauma umum, jatuh
Gejala : Ganti kulit (shedding) yang berlebihan 
Kebanyak kaporit/chlorine di dalam air
Gejala : Berenang mundur setelah menggosok kepalanya pada tempurungnya atau kepala selalu berada di dalam tempurungnya 
Rasa tidak menyenangkan di bagian depan
Gejala : Berenang miring atau berat sebelah      
Radang paru-paru (pneumonia)
Gejala : Kerongkongan bengkak               Peradangan dalam mulut (stomatitis), herpes
Gejala : Muntah              

Kura-kura makan terlalu cepat, reaksi alergi terhadap obat

Kenapa Kura-kura Harus Berjemur?


Layaknya reptil yang lain, kura-kura juga membutuhkan sinar meatahari untuk menjaga suhu tubuh dan melakukan proses metabolisme. Waktu yang tepat untuk menjemur kura-kura brazil adalah di pagi hari sampai menjelang siang.
Kura-kura sangat butuh berjemur karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh, proses metabolisme pencernaan dan sintesa kalsium. Komponen yang dibutuhkan oleh kura-kura brazil antara lain adalah sinar UV-A untuk membantu pengelihatan kura serta UV-B untuk proses sintesa dan metabolisme di tubuh. Agar kura-kura anda memperoleh UV-A dan UV-B, anda harus menjemur kura-kura anda secara rutin, atau dengan menyediakan lampu khusus.
Di alamnya, kura-kura memperoleh semua kebutuhan vitamin D3 nya dari hasil reaksi kimia pada kulitnya, setelah terkena spektrum sinar matahari UV-B. Satu senyawa terbentuk yang dikenal sebagai provitamin D (7dehydroxycholesterol -7DCH). Setelah itu diubah menjadi vitamin D oleh suhu. Penyediaan UV-B dengan suhu jemur (basking) yang cukup sangat penting jika ingin proses ini berjalan dengan baik.
Jika kura-kura brazil dipelihara di luar rumah (di kolam), anda perlu menyediakan tempat untuk berjemur bagi kura-kura anda. Pastikan bahwa sinar matahari langsung mengenai kura-kura anda karena jika tertutup sesuatu seperti kaca atau plastik, maka yang diterima hanya panasnya saja. Dengan menyediakan tempat untuk berjemur, kura-kura brazil dapat berjemur selama yang ia inginkan.
Jika kura-kura brazil dipelihara di dalam ruangan, anda harus menjemurnya di laur rumah. Waktu penjemuran cukup 15-20 menit dan jika terlalu lama dapat menyebabkan kura dehidrasi atau bahkan kematian. Anda dapat menjemurnya dengan memasukkannya ke dalam tempat yang berisi air dangkal (cukup setinggi karapas), namun jika ingin menjemur keringan tanpa air, waktunya harus lebih pendek, karena wadah akan ikut menjadi panas. Atau jika khawatir, dapat ditambahkan sedikit tutup pada wadah berjemur, sehingga kura dapat berteduh jika kepanasan.

Alternatif lain jika tidak sempat menjemur, dapat menggunakan lampu khusus reptil yang memancarkan UV-A dan UV-B. Tentu saja biaya yang harus anda keluarkan akan lebih besar jika dibanding dengan menjemurnya secara konvensional.

Tips Sebelum Memelihara Kura kura

Sebelum Anda memelihara kura-kura, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan.



Kenali jenis kura-kura yang Anda pelihara, apakah jenis kura-kura darat atau air.
Tanyakan umurnya, makanan yang cocok, dan ukuran akuarium yang pas untuk peliharaan baru Anda.
Carilah kenalan yang juga memelihara kura-kura agar bisa Anda jadikan tempat untuk bertanya berbagai hal seputar kura-kura Anda.
Carilah informasi mengenai dokter hewan yang paham dengan hewan-hewan reptil.
Jika kura-kura sakit, jangan panik. Pisahkan dari kura-kura lainnya jika takut sakit itu menular. Jika dalam waktu seminggu tidak membaik, bawalah ke dokter hewan.


Seperti banyak reptil dan amfibi lainnya, kura-kura cukup menarik bagi anak-anak untuk memelihara. Namun demikian, banyak orang membeli kura-kura hanya karena didasarkan pada “faktor trend”, tanpa memperhitungkan kebutuhan khusus kura kura tersebut. Bila Anda membeli kucing atau anjing, selalu ada beberapa persiapan yang cukup matang untuk memastikan kesehatan si hewan agar dapat hidup dengan baik dan berumur panjang seperti memastikan adanya bekas operasi, luka dan lain lain, belum lagi peralatan seperti mainan, anjing rumah, dan produk perawatan. Namun memelihara kura kura tidaklah serumit itu. Jika anda sering mendengar kasus kematian di penangkaran, hal tersebut lebih disebabkan karena mereka tidak ditangani dengan benar. Jika tepat prosedur perawatannya, kura-kura dapat hidup selama beberapa dekade, tetapi hal ini membutuhkan perhatian Anda membayar makanan mereka, pengaturan hidup, dan pengobatan.

Kura-kura adalah hewan reptil yang hidup di air tawar dan air laut. Kura-kura termasuk hewan langka yang perlu dilestarikan. Nama lain dari kura-kura adalah penyu atau bulus. Banyak cara yang harus anda lakukan untuk menyelamatkan habitat kura-kura dari kepunahan. Salah satunya ialah dengan budidaya kura-kura.

Membudidayakan kura-kura tidaklah sulit, namum perlu penanganan yang intensif untuk melakukannya. Anda pasti bertanya kenapa kura-kura di penangkaran sering mati, itu sebab karena mereka membudidayakannya kurang tepat dan teliti. Blogiztic.net di artikel ini mengupas cara ternak kura-kura yang benar dan tepat. Cara membudidayakan kura-kura ada sebagai berikut.

1. Memastikan kura-kura memiliki ruang yang cukup untuk hidup.
Ruangan yang baik untuk kura-kura adalah ruangan tersebut cukup cahaya, kelembaban yang terjaga, adanya air bersih, dan lampu berjemur.

2. Menggunakan pendingin untuk menciptakan kondisi yang ideal.
Beberapa peternak di luar negeri menggunakan pendingin untuk mencoba dan menciptakan kondisi ideal bagi kura-kura untuk melakukan hibernasi/ istirahat panjang. Praktik ini tidak disarankan karena alasan sederhana bahwa jika kura-kura tidak memiliki kemampuan adaptasi yang baik maka jika terjadi kenaikan suhu tiba-tiba, tidur kura kura akan terganggu, dan dalam beberapa kasus justru berakibat fatal. Cara terbaik adalah untuk tidak membiarkan kura-kura Anda hibernate sama sekali jika anda berencana menyimpannya di dalam ruangan.

3. Hindari menggunakan air PAM untuk aquarium.
Jika anda punya kura-kura akuatik, sebisa mungkin hindari menggunakan air keran untuk aquarium karena mengandung senyawa seperti klorin dan fluoride yang dapat mengganggu keseimbangan ph. Gunakan mata air alami untuk air minum kura-kura dan de-diklorinasi air untuk area berenang. Bila anda tetap ingin ambil air keran membiarkannya terlebih dahulu selama 24 jam sebelum digunakan. Cara ini dapat mengurangi kadar klorin dalam air.

4. Hindari menggunakan kulit kayu atau serpihan kayu di sangkar tempat tinggal.
Kulit kayu dapat menimbulkan masalah dengan kura-kura karena mungkin saja tertelan. Selain itu, kayu juga akan menyebabkan kandang terkontaminasi sangat cepat dengan jamur. Solusinya letakkan kandang di sebuah ruangan di mana pencahayaan tidak berubah terlalu sering. Kura-kura umumnya membutuhkan 12 jam sinar matahari dan sebaiknya anda menggunakan lampu UV sehingga kura-kura akan terbantu mendapatkan jumlah vitamin D3 untuk tetap sehat.

5. Tambahkan batu dan tanaman yang tidak berbahaya.
Kura-kura juga harus mempunyai tempat persembunyian sederhana untuk beristirahat ketika bosan berada di tempat terbuka. Gunakan media yang tidak beracun dan berbahaya seperti batu alam dan tanaman. Pastikan tanaman tersebut tidak beracun bagi kura-kura, karena ada kemungkinan besar kura-kura akan mencoba untuk memakannya.

6. Jauhkan dari gangguan anak-anak dan binatang.
Selalu awasi kura-kura sehingga aman dari gangguan anak-anak kecil, atau binatang peliharaan rumah. Jangan lupa untuk tetap memperhatikan perilaku kura-kura Anda, dan merawatnya. Seekor kura-kura bukan benda mati, ia adalah makhluk hidup dan cukup cerdas untuk mengetahui siapa teman-teman dan musuhnya.

7. Menjaga kebersihan.
Juga, ingatlah untuk mencuci tangan setelah memegang kura-kura Anda, untuk menghindari kontaminasi. Memang Tidak semua kura-kura membawa salmonella, akan tetapi agar lebih aman bagi kesehatan maka menjaga kebersihan baik bagi diri sendiri maupun kura kura dan habitatnya tetap menjadi prioritas.


Berbagi Info Merawat Kura Kura

 http://www.anneahira.com/images/cara-merawat-kura-kura-brazil.jpg
Mengurus hewan peliharaan yang satu ini cukup mudah perawatannya. Ada beberapa tips Cara merawat kura kura, diantaranya :

Di ganti airnya setiap hari. Penggantian air setiap hari menghindarkan kura kura dari berbagai penyakit yang mengganggu kura-kura anda.
Sebaiknya kura-kura anda diberi makan 3 kali dalam sehari entah itu makanan kura-kura yang telah disediakan atau makanan berupa sayur-sayuran atau buah-buahan.
Kura-kura anda juga bisa terserang sembelit, untuk menghindari kemungkinan tersebut sebaiknya anda menggunakan air yang lebih hangat.
Jika kura-kura anda mulai tidak nafsu untuk makan sebaiknya anda mengganti makanan yang biasa anda gunakan dengan selingan makanan yang lain.

Hewan Kura-kura air adalah jenis hewan yang lebih banyak berada di air, meskipun bernapas dengan menggunakan hidung, tidak seperti ikan. Kura-kura air suka berada di tempat yang kering dan terkena sinar matahari pagi.

Berikut tips dokter Hewan dalam Memelihara kura-kura:

Tempat Pemeliharaan. Dokter hewan menyarankan untuk Tempat pemeliharaan terbaik bagi kura-kura air adalah alam bebas. Akan tetapi, Anda juga dapat menyiapkan akuarium dengan ukuran besar. Bentuknya tidak harus tinggi karena kura-kura tidak membutuhkan banyak air, tetapi ruang gerak yang luas. Siapkanlah akuarium yang panjang agar kura-kura dapat berenang dengan bebas ke sana kemari dan pastikan ukuran akuarium tidak terlalu kecil untuk usianya. Siapkan pula tempat pijakan (batu atau kayu) di dalam akuarium agar kura-kura dapat mengeringkan tubuh dan menghindari tumbuhnya jamur di tubuh. Satu poin penting lainnya, jangan lupa membersihkan akuarium setidaknya tiga hari sekali. Anda dapat menambahkan filter di dalam akuarium tersebut.

Penyakit. Cuaca kurang baik atau si kura-kura tidak berselera makan, dapat menyebabkan tubuhnya lemas dan sakit. Jika Anda mendapati kondisi tersebut Dokter hewan menyarankan, cobalah berkonsultasi kepada teman yang paham cara penanganan kura-kura atau bawalah ke dokter hewan spesialis reptil jika semakin parah. Selain itu, kura-kura juga bisa menderita diare, tubuh berjamur, atau pengelupasan kulit berlebihan. Untuk tubuh yang berjamur dapat ditangani dengan mencampurkan air akuarium dengan obat antijamur. Anda bisa membelinya di toko khusus perlengkapan hewan. Cara lainnya adalah menjemurnya setiap pagi di bawah sinar matahari selama 30 menit. Untuk diare dan pengelupasan kulit yang berlebihan perlu kiranya anda konsultasikan kepada dokter hewan.



Pengukuran, Pertumbuhan, dan Umur Kura-kura


[Image: ani_scl.gif]
Panjang karapas secara lurus (Straight Carapace Length/SCL) digunakan untuk mengukur kura-kura Brazil secara pasti. Untuk mendapatkan pengukuran ini, Anda lakukan peregangan garis antara cangkang bagian depan dan belakang dengan mengabaikan kelengkungan pada karapas. Lebih baik menggunakan penggaris yang kaku dibandingkan dengan pita pengukur untuk mengukurnya.

Bayi kura-kura Brazil berukuran panjang kira-kira 2,5 cm. Setelah tahun pertama akan menjadi sekitar 5-7 cm. Kura-kura Brazil dewasa berukuran panjang sekitar 10 cm dan betina sekitar 12 cm. Panjang rata-rata kura-kura Brazil dewasa dapat bervariasi antara 17 cm hingga 30 cm. Jantan dewasa berkisar antara 17,8 cm - 22,8 cm, sementara betina dewasa antara 25 cm - 30,5 cm.

Catatan :Ukuran tidak selalu mengindikasikan usia, kura-kura muda biasanya tumbuh sangat cepat. Hal ini biasanya akibat dari pemberian makan yang berlebihan dan kurangnya periode hibernasi. Pemberian makanan berlebih dapat menyebabkan isu bahaya kesehatan (fisik dan usus) isu dan kura-kura dalam penangkaran tidak perlu hibernasi.

Dengan kondisi habitat dan diet yang baik, seekor kura-kura Brazil dalam penangkaran dapat hidup lebih lama dari saudara mereka di alam liar. Kura-kura Brazil dalam penangkaran dapat hidup hingga 40 tahun sedangkan kura-kura Brazil liar di alam bebas hanya mencapai usia maksimum 20 tahun.

Apa sih kura-kura Brazil itu?


[Image: img_res-250x200.jpg][Image: img_native_range.gif]

Klasifikasi Biologi Wrote:Kingdom - Animalia
Filum - Chordata
Sub-filum - Vertebrata
Kelas - Reptilia
Sub-kelas - Anapsida
Order - Testudines
Family - Emydidae
Genus - Trachemys (ada juga yang menyebut Chrysemys - sama saja)
Spesies - T. scripta
Sub-spesies - elegans
Nama Trinomial - Trachemys scripta elegans

Kura-kura Brazil (Red Ear Slider (RES)/Si Telinga Merah) adalah jenis kura-kura semi-aquatic (terrapin) dan salah satu jenis reptil yang mudah ditemukan di seluruh penjuru dunia sebagai hewan peliharaan. Kura-kura Brazil tergolong dalam jenis binatang eksotis yang memiliki corak tubuh menawan. Sayangnya tingkat kematian kura-kura Brazil tergolong tinggi karena seringkali dipelihara dalam media pemeliharaan yang tidak memadai, minimnya perawatan, dan pemelihara yang tidak bertanggung jawab.

Kura-kura ini merupakan hewan asli di daerah tenggara Amerika Serikat. Mereka dibawa oleh orang yang membelinya sebagai hewan peliharaan yang kemudian dilepaskan ke alam bebas ketika mereka telah memutuskan untuk tidak mau memeliharanya lagi. Dan ini menyebabkan masalah besar. Seperti yang terjadi di Eropa selatan, kura-kura ini berlomba untuk hidup dengan kura-kura asli Eropa yang akibatnya kura-kura asli Eropa terancam punah.

Ukuran tubuh dapat mencapai 30 cm. Di alam bebas, kura-kura ini dapat hidup sampai umur 20 tahun, dan beberapa jenis telah dilaporkan bisa hidup hingga umur 40 tahun. Kura-kura Brazil muda akan memangsa hewan-hewan kecil seperti ikan, siput, dan serangga yang secara bertahap akan mulai menyukai jenis-jenis tanaman. Reptil ini merupakan perenang cepat yang cukup baik. Kura-kura Brazil cenderung berada tak jauh dari sumber air meskipun sang betina akan membuat sarangnya di tanah yang kering dan hangat.

Apabila anda hendak memelihara kura-kura Brazil (RES), pastikan anda mengajukan pertanyaan di bawah ini kepada penjualnya:
  • Apakah mereka memiliki pengalaman dalam merawat kura-kura Brazil? Berapa lama?
  • Apa latar belakang pendidikan penjual?
  • Apakah ada fasilitas dokter hewan di toko?
  • Apakah mereka anggota Asosiasi Dokter Hewan?
  • Apakah mereka anggota komunitas pencinta binatang?
  • Apa penjual merawat kura-kura Brazil yang ditawarkan sendirian?
  • Apa yang mereka anggap penting untuk dibeli setelah anda membeli kura-kura?
  • Apa yang mereka katakan tentang makanan kura-kura Brazil?
  • Adakah biaya tambahan untuk pemeriksaan kesehatan binatang?
  • Apakah ada diskon untuk setiap pembelian?

Kemudian perhatikan bagaimana profil penjual kura-kura tersebut:
  1. Apakah fasilitas yang ada bersih dan profesional?
  2. Apakah penjualnya ramah dan berpengetahuan memadai?
  3. Jam berapa mereka membuka toko?
  4. Apakah lokasi toko mudah diakses?
  5. Apakah pertanyaan-pertanyaan Anda dijawab?
  6. Apakah mereka bertanya tentang aquarium/kolam kura-kura Anda?
  7. Jika memungkinkan, amati bagaimana mereka menangani kura-kura.

Pertanyaan-pertanyaan di atas sangat penting untuk menentukan apakah para penjual kura-kua Brazil memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup dalam menangani kura-kura Brazil.

Bagaimana Menentukan Jenis Kelamin Kura-kura Brazil


[Image: membedakan-jenis-kelamin-res.jpg]
Sama seperti kura-kura Brazil peliharaan yang tumbuh lebih depat daripada kura-kura Brazil liar, mereka juga lebih cepat matang secara seksual. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, si betina secara fisik lebih besar dan memiliki ekor yang lebih kecil. Ekor pejantan lebih panjang, lebih tebal, dan memiliki kuku cakar yang lebih panjang dengan posisi kloaka lebih dekat ke ujung ekor.
[Image: img_usr_tinyslider_01.jpg]
Secara umum, kematangan seksual pada kura-kura Brazil tampak berdasarkan ukurannya. Anda harus menunggu untuk melihat karakteristik ini sebelum Anda dapat menentukan jenis kelamin mereka. Tidak mudah membedakan jenis kelamin kura-kura Brazil yang berukuran kurang dari 4 inci. Perkiraan untuk kura-kura Brazil peliharaan adalah: 2-4 tahun untuk jantan dengan SCL sekitar 10 cm dan 3-5 tahun untuk betina dengan SCL sekitar 12,7 cm. Pada kasus tertentu seperti pemberian makan yang berlebihan (overfeeding), kematangan seksual akan lebih cepat dicapai.

Kura-kura Brazil jantan yang lebih dewasa mungkin memiliki kelebihan lain yang mungkin terlihat. Jantan akan memiliki daerah moncong/hidung yang lebih panjang. Bagian tepi bawah plastron jantan juga mungkin sebagian akan melengkung ke dalam atau tampak cekung. Hal ini memungkinkan pejantan memiliki kestabilan yang lebih baik selama proses perkawinan. Namun seperti yang telah disinggung sebelumnya, kedua kelebihan ini terlalu kecil prosentasenya untuk menjadi faktor yang dapat diandalkan dalam menentukan jenis kelamin kura-kura Brazil yang masih muda.

[updated] Ada juga cara membedakan jenis kelamin berdasarkan pola/corak warna pada plastron. Meskipun masih diragukan ketepatannya, ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengetahui jenis kelamin RES anda.

[Image: res-kura-brazil-jantan.jpg]
Gambar di atas adalah contoh plastron kura-kura Brazil Jantan. Perhatikan area dalam pola yang tidak tebal.

[Image: res-kura-brazil-betina.jpg]
Gambar di atas adalah contoh plastron kura-kura Brazil Betina. Perhatikan pola plastronnya yang hitam dan tebal.

Kura-kura


https://pbs.twimg.com/profile_images/1846471958/turtle-cute.jpg

Kura-kura dan penyu adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk golongan reptil. Bangsa hewan yang disebut (ordo)Testudinata (atau Chelonians) ini khas dan mudah dikenali dengan adanya ‘rumah’ atau batok (bony shell) yang keras dan kaku.
Batok kura-kura ini terdiri dari dua bagian. Bagian atas yang menutupi punggung disebut karapas (carapace) dan bagian bawah (ventral, perut) disebut plastron. Kemudian setiap bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis luar umumnya berupa sisik-sisik besar dan keras, dan tersusun seperti genting; sementara lapis bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung. Perkecualian terdapat pada kelompok labi-labi (Trionychoidea) dan jenis penyu belimbing, yang lapis luarnya tiada bersisik dan digantikan lapisan kulit di bagian luar tempurung tulangnya.
Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal tiga kelompok hewan yang termasuk bangsa ini, yalah penyu (bahasa Inggris: sea turtles), labi-labi atau bulus (freshwater turtles), dan kura-kura (tortoises). Dalam bahasa Inggris, dibedakan lagi antara kura-kura darat (land tortoises) dan kura-kura air tawar (freshwater tortoises atau terrapins).

Tips Saat Membeli Kura-kura



[Image: rio-grande.jpg]

Untuk anda yang berminat memelihara kura ataupun ingin menambah peliharaan anda di rumah, cobalah ikuti tips singkat di bawah ini untuk mendapatkan kura yang sehat dan tidak mudah sakit. Semoga bermanfaat.

  1. Yang pertama dan wajib diperhatikan tentu saja kondisi fisiknya. Pilihlah yang tidak cacat, kelihatan aktif, dan tidak menutup matanya.
  2. Perhatikan pada karapas (tempurung atas), jangan pilih kura yang memiliki lubang di tempurung, lecet, bercak-bercak/noda putih, atau kura yang memiliki guratan garis kemerahan seperti luka di tepi scutes (buku-buku).
  3. Lihat juga bagian plastron (tempurung bawah), jangan pilih kura yang bentuk plastronnya tidak simetris (tidak proporsional) atau kura yang memiliki cekungan tidak beraturan di plastronnya.
  4. Pada mulut dan hidungnya, perhatikan jika ada cairan. Jangan pilih kura yang memiliki ingus di hidung atau mulut yang berbusa !
  5. Kepala kura harus dalam keadaan normal, tidak naik-turun layaknya ayam ketika berjalan.
  6. Ekor kura harus cukup panjang dan tidak buntung karena kura berekor buntung biasanya memiliki masalah keseimbangan di air.
  7. Cobalah lihat pada kulit leher, kulit kaki, maupun kepalanya. Jangan pilih kura bila terdapat benjolan baik besar maupun kecil di bagian tubuh tersebut.
  8. Pastikan keempat kaki kura dalam keadaan sehat, tak ada bekas luka, dan tidak ada kuku yang putus.
  9. Untuk memastikan kesehatan dan reaksinya terhadap lingkungan, cobalah ulurkan jari tangan anda kepada kura. Kura yang sehat dan aktif akan merespon jari anda dan berusaha menggigitnya. Ini adalah wajar dan menjadi indikasi kura dalam keadaan baik.
    Catatan Wrote:Anda tidak perlu khawatir terhadap gigitan tersebut. Kura yang telah dapat beradaptasi dan berinteraksi dengan pemiliknya akan lebih jarang menggigit.
  10. Cobalah pegang kura tersebut, kura yang sehat akan berontak dan mencoba melepaskan diri dari pegangan anda.
  11. Jangan sekali-kali memilih kura yang sedang sakit meskipun anda yakin dapat menyembuhkannya.
  12. Beberapa perbedaan kura seperti jumlah scutes yang abnormal, pilihan warna karapas yang beragam, dan beragam perbedaan lainnya silahkan kembali ke selera masing-masing.

Deskripsi Fisik Kura-kura



[Image: gfx_ani_shell_diagram.gif]
 Secara Umum bagian tubuh kura-kura terdiri atas beberapa bagian seperti berikut :
Karapas (tempurung atas) berbentuk bulat dan halus yang memiliki pola garis kuning dan hitam. 
Plastron (tempurung bawah) juga halus serta berwarna hijau kekuningan dengan pola yang berbeda dan unik. Bayi kura-kura memiliki warna karapas yang berwarna hijau cerah dan sedikit lentur (lunak) namun ketika mereka dewasa karapasnya berwarna hijau gelap. Semakin tua usia kura-kura , polanya menjadi semakin samar dilihat karena warna karapas menjadi lebih gelap dan warna merah di daerah telinga semakin memudar.

Catatan: Ada beberapa kura-kura yang memiliki variasi warna berbeda dan pola-pola lainnya. Mereka mungkin merupakan varian atau hasil dari pembiakan silang dan pembiakan selektif.
 

Blogger news

Blogroll

Most Reading