Pages

Tampilkan postingan dengan label Kura Darat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kura Darat. Tampilkan semua postingan

Cara Merawat Kura-kura Hutan Emys dan Forsteni



Cara Merawat Kura-kura Hutan seperti Kura-kura Emys ataupun Kura-kura Forsteni memanglah sangat mudah, akan tetapi kedua jenis tersebut tidak sama halnya seperti merawat kura-kura aquatik maupun Kura kura semi aquatik, Kura-kura Hutan ini termasuk Kura-kura Darat akan tetapi kura-kura yang satu ini Di alamnya tidak mendiami Panasnya Gurun Pasir melainkan Mendiami Hutan-hutan belantara yang lembab seperti daerah Persebaran dari kedua jenis kura-kura ini.

Persebaran Kura-kura Emys (Monouria Emys) Di negeri Kita mungin cukup luas mencangkupi daerah Sumatera dan sampai ke Kalimantan. Dan Untuk Persebaran Kura-kura Forsteni (Indotestudo Forsteni) ini mereka mendiami hutan-hutan yang ada di daerah Sulawesi.

Tidak Seperti halnya Seperti Kura-kura Gurun lainnya, kura-kura ini sangat membutuhkan tingkat Suhu yang begitu Lembab seperti halnya pada habitat aslinya di masing-masing tempat.
Untuk yang masih pemula yang masih takut akan memelihara kura-kura darat alangkah baiknya untuk mencoba memelihara kura-kura kedua jenis ini dan yang penting  jangan sampai asal-asalan memeliharanya.

Jika Sobat Pelihara salah satu jenis Kedua kura-kura ini sobat bisa berikan tempat yang luas (Sesuaikan Dengan Ukuran Kura-kuranya) dan jangan pernah memberikan tempat yang pas-pasan, itu bisa membuat kura-kura kita menjadi stres dan paling lebih berbahayanya lagi bisa-bisa Mogok Makan.

Pemberian makan Secara Teratur Seperti Sayuran, Buah-buahan, bahkan yang tinggi kalsium seperti Serangga pun bisa sobat kasihkan untuk menjaga kestabilan asupan gijinya supaya tumbuh dengan sempurna dan tidak mengalami Kasus Kasus Seperti Pyramiding, Shellrotat aupun yang lainya.

Kura Kura Kaki Gajah

Kura Kura Kaki Gajah

Manouria emys




Klasifikasi : Ordo Testudines, Family : Testudinidae
Deskripsi : atau Kura Kura Kaki Gajah dapat mencapai panjang sekitar 80cm. Bertelur pada menjelang musim hujan dengan jumlah 2 clutch per tahun, jumlah masing-masing telur 5-8 butir.
Di alamnya emys memakan rumput, daun talas, buah-buahan yang jatuh dan daun-daun dari tanaman air seperti Lotus.

Habitat 
Emys tersebar dari. Hidup di hutan hujan tropis pada daerah pegunungan menyebabkan emys sangat menyukai kelembaban. Untuk menghindari dari panas yang menyengat, emys menggali lubang untuk berteduh dengan menggunakan kakinya yang sangat kuat atau bersembunyi di bawah daun-daun kering. Kura ini juga suka berendam pada kubangan-kubangan air.

Perilaku :
Karena berasal dari hutan Sumatera yang lembab, Emys harus diberi minum atau direndam setiap hari dan karena banyak emys tangkapan alam jadi harus rutin diberikan obat cacing seperti combantrin atau vermox.
Emys tidak menyukai panas yang terlalu menyengat, dapat mengalami dehidrasi dan menyebabkan kematian, berikan tempat perlindungan pada kandang kura-kura sehingga jika terlalu panas kura tersebut dapat menjauhkan diri/bersembunyi di tempat teduh. Dan emys suka tempat yg lembab sehingga suka berendem didalam air yg dangkal.
Biarpun kelihatan lambat, tapi kura-kura juga pandai melarikan diri.
Pada musim hujan gunakan lampu khusus reptil yang mengandung UVA-UVB (Full spectrum Lamp). UVA digunakan untuk menambah selera makan dan memproses makanan di tubuh reptil. UVB digunakan untuk memproses Vitamin D3 pada makanannya karena reptil tidak bisa mensintesa Vitamin D3 tanpa bantuan UVB.
Tempat berjemur diusahakan mempunyai suhu 31˚C, sedang suhu kandang sekitar 28-29˚C. Gunakan termometer untuk mengukur suhu jangan kira-kira, karena kadang perkiraan kita meleset jauh.

Makanan yang baik untuk emys:
Fumak, bokhoy, caisim, wortel, buah papaya, timun,pisang

Habitat : India, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Malaysia and Indonesia (Sumatra, Borneo)

Kura-Kura Indiana Star

Kura-Kura Indiana Star
Geochelone Elegans


Klasifikasi : Ordo Testudines, Family Testudinidae

Deskripsi :
Tubuh kura-kura berwarna cokelat muda, dengan sisik pada bagian kaki juga berwarna cokelat tetapi berkuku hitam. Kura-kura ini memiliki karapas berwarna hitam dengan cirri khas yang menonjol yaitu garis-garis berwarna kuning cerah yang simetris satu sama lain membentuk susunan seperti bintang. Pada umumnya plastron kura-kura jantan dewasa berbeda, dengan bentuk lebih cekung.Ukuran tubuh jantan dan betina terlihat jelas, karapas dan tubuh kura-kura betina lebih berat. Berat tubuhnya mencapai 1-6.6 kg, dan panjang karapas mencapai 15-38 cm pada kura-kura betina dan 15-20 cm pada kura-kura jantan.

Perilaku : G. elegans termasuk hewan yang aktif pada siang hari. pada hari yang cukup panas, mereka akan beraktivitas pada pagi dan sore hari saja, sedangkan saat siang hari lebih banyak berteduh.

Reproduksi : Masa kematangan seksual kura-kura betina yaitu 8-12 tahun, sedangkan kura-kura jantan 6-8 tahun. Pada musim hujan kura-kura mulai memasuki masa reproduksinya yaitu sekitar pertengahan Juli-November.Dalam satu wilayah dihuni oleh beberapa pasang kura-kura saat musim kawin tiba. Mereka akan kawin pada saat malam hari. Setelah kopulasi, kura-kura betina akan mencari tempat yang cocok untuk meletakkan telur-telurnya dengan membasahi tanah tersebut menggunakan air kencingnya. Kura-kura memasukkan 1-10 butir telur ke dalam lubang, menutup lubang tersebut dan meratakannya menggunakan plastron.Masa inkubasi telurnya 47-180 hari.Tukik yang menetas memiliki berat 25-45 g, dan panjang karapas 35 mm.

Pakan : Pada saat musim semi dan musim hujan, kura-kura ini memakan sayur-sayuran, buah-buahan, bunga dan berbagai macam rumput. Sedangkan saat musim panas dan musim gugur, mereka akan memakan serangga, arthropoda tanah, cacing dan berbagai macam jenis hewan lain, terkadang mereka juga memakan bangkai. Karena pada periode tersebut banyak tumbuhan yang mati dan kering.

Habitat : Kura-kura Indiana starhidup di berbagai habitat, termasuk hutan gugur lembab, hutan dataran rendah, hutansemak, padang rumput kering, dan hutan savanna. Terkadang mereka juga hidup di daerah pertanian dekat dengan sumber air.Mereka mampu hidup di dataran dengan ketinggian mencapai 450 mdpl. Penyebarannya di India dan Srilanka.

Kura-Kura Kepala Chery

Kura-Kura Kepala Chery
Chelonoidis Carbonaria


Klasifikasi : Ordo Testudines, Family Testudinidae

Deskripsi : Kura-kura kepala chery memiliki sisik kaki yang berwarna merah, memiliki panjang karapas hingga 25,5-35,6 cm. Karapas berwarna hitam dengan tonjolan dalam 3 baris dan berwarna kuning pada bagian puncaknya. Kepalanya berwarna kuning kemerahan atau oranye dan sedikit cokelat atau beberapa berwarna sedikit hitam.Kura-kura jantan pada umumnya lebih besar dan lebih berat, meskipun karapasnya tidak begitu berbeda dari betina.Kura-kura jantan dewasa memiliki berat 9-12 kg, sedangkan betina kurang dari 9 kg.Kura-kura jantan juga memiliki plastron yang lebih cekung, sedangkan betina lebih datar.Kura-kura jantan juga memiliki ekor yang lebih panjang dan besar. C. carbonaria umumnya memiliki kemampuan hidup hingga 40-50 tahun. 

Perilaku : Hewan ini aktif pada siang hari, mereka membutuhkan panas yang lebih banyak. Biasanya pada saat matahari terik mereka akan berjemur di bawah sinar secara langsung atau berada diatas batu. Setelah mendapatkan panas yang cukup, mereka akan berteduh di bawah semak-semak atau tempat teduh lainnya.

Reproduksi : Musim kawin berlangsung dari bulan Juli-September, sekali bertelur menghasilkan 5-15 butir. Telur-telur tersebut diinkubasi di dalam tanah atau di timbunan seresah daun.Telur-telur tersebut memiliki cangkang berwarna putih, berbentuk agak bulat dengan panjang mencapai 5-6 cm. Tukik yang baru menetas memiliki karapas bulat dengan diameter mencapai 4 cm.

Pakan : C. carbonaria merupakan jenis hewan omnivore, tetapi lebih banyak memakan tumbuh-tumbuhan. Bagian tumbuhan yang dimakan antara lain bunga, buah-buah berukuran kecil, daun dan tangkai daun yang masih muda. Kura-kura ini juga memakan serangga, arthropoda tanah, siput dan ikan.

Habitat : Kura-kura kepala chery menyukai daerah tropis yang memiliki pencahayaan panjang. Mereka menyukai daerah dengan suhu 32-37oC, tetapi dekat dengan sumber air. Penyebarannya di daerah Amerika Selatan.

Kura-Kura Aldabra

Kura-Kura Aldabra
Dipsochelys Dussumieri














Klasifikasi : Bangsa Testudines, Suku Testudinidae

Deskripsi : Kura-kura darat terbesar ini mempunyai panjang karapas mencapai 90-140 cm, dengan berat tubuh 160-250 kg. Memiliki karapas yang berbentuk kubah dan besar.Kura-kura jantan memiliki tubuh dan karapas yang lebih besar dari kura-kura betina.Warna karapas abu-abu atau hitam.Tubuhnya memiliki warna yang sesuai dengan warna karapasnya, dan memiliki leher yang panjang, berfungsi untuk membantu saat memakan daun-daun dari pohon yang lebih tinggi dari tubuhnya.Termasuk jenis hewan eksotermal yaitu hewan yang menyerap panas tubuh dari luar. 

Perilaku : D. dussumieri aktif pada pagi dan sore hari kurang dari 4 jam, waktu selebihnya digunakan untuk beristirahat. Kura-kura aldabra beristirahat dengan cara plastron menempel di tanah, leher dan tungkainya sedikit ditarik. Kura-kura jantan berjalan dengan plastron jauh dari tanah, sedangkan betina plastronnya lebih rendah.Kura-kura sering bermigrasi untuk mencari tempat yang sesuai dengan musim. Biasanya saat musim semi kura-kura berada di padang rumput, sedangkan saat musim kering akan mencari hutan dengan kanopi tertutup.

Reproduksi : Kematangan seksual terjadi setelah kura-kura berumur 25 tahun. Musim kawin dimulai dari bulan Februari-Mei.Pada umumnya kura-kura ini menghasilkan telur 4-14 butir (di penangkaran dapat menghasilkan 9-25 butir telur).Telur-telur di pendam dalam lubang tanah yang dangkal, kering, dan datar.Masa inkubasi telur kura-kura aldabra sekitar 140-250 hari, tetapi pada umumnya 243 hari.Terkadang kura-kura betina dalam satu tahun dapat bertelur 2 kali.

Pakan : Hewan ini merupakan pemakan tumbuh-tumbuhan, bagian tumbuhan yang dimakan meliputi batang, tangkai, daun, pucuk daun, buah, bunga dan biji-bijian. Pada saat musim semi, kura-kura aldabra memakan berbagai jenis rumput-rumputan dan bunga-bunga. Saat musim kering, kura-kura aldabra dapat memakan apa saja, termasuk serangga maupun arthropoda.


Habitat : Termasuk jenis kura-kura darat terbesar. Kura-kura ini hidup di berbagai macam habitat, antara lain hutan dataran rendah, rawa bakau, pantai dan padang rumput. Kura-kura aldabra lebih banyak ditemukan di daerah padang rumput, karena terdapat sumber makanan yang banyak. Hewan ini tersebar di Pulau Atol Aldabra, dan Pulau Changuu dekat Zanzibar.

Kura-kura


https://pbs.twimg.com/profile_images/1846471958/turtle-cute.jpg

Kura-kura dan penyu adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk golongan reptil. Bangsa hewan yang disebut (ordo)Testudinata (atau Chelonians) ini khas dan mudah dikenali dengan adanya ‘rumah’ atau batok (bony shell) yang keras dan kaku.
Batok kura-kura ini terdiri dari dua bagian. Bagian atas yang menutupi punggung disebut karapas (carapace) dan bagian bawah (ventral, perut) disebut plastron. Kemudian setiap bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis luar umumnya berupa sisik-sisik besar dan keras, dan tersusun seperti genting; sementara lapis bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung. Perkecualian terdapat pada kelompok labi-labi (Trionychoidea) dan jenis penyu belimbing, yang lapis luarnya tiada bersisik dan digantikan lapisan kulit di bagian luar tempurung tulangnya.
Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal tiga kelompok hewan yang termasuk bangsa ini, yalah penyu (bahasa Inggris: sea turtles), labi-labi atau bulus (freshwater turtles), dan kura-kura (tortoises). Dalam bahasa Inggris, dibedakan lagi antara kura-kura darat (land tortoises) dan kura-kura air tawar (freshwater tortoises atau terrapins).
 

Blogger news

Blogroll

Most Reading